perjalanan

o kapan bersinar

berputar dan menang

dari pak Yunahar Ilyas pas jum’atan dee yang khotib

setelah kutbah hajat

orang indonesia banyak yang berdakwah di Amerika

Ada orang Sulawesi yang berdakwah di Islamic Centre New York (saya lupa Broklyyn apa dimana gitu, tapi yang eksekutif style gitu deh)

pak syamsi ini aktif hampir sepuluh tahun berdakwah

islam terasa ramah di sini dengan pendekatan persuasif

di sini ada kelas untuk yang non muslim, ada yang untuk muslim yang baru

ketertarikan tentang Islam di sini meningkat karena incident WTC

beda lagi di michigan dakwah sini dari penjara ke penjara

(saya lupa orang mana, bahkan sepertinya kebalik sama yang di atas, jujur masih ragu)

mad’u (yang di iklanin tentang Islam) termasuk orang-orang hebat

orang di sini penjahat (gitu loh) di mata masyarakat

garang, sensitif, tegaan (selayaknya gelap malam gitu) dalam berinteraksi

pernah sekali (yang di michigan) ngobrol ama sorang boss mafia (gitu deh lebih kurangnya)

dua’at (yang ikon / yang ngiklanin Islam) ditanya gimana “kristus dalam Islam?”

penjelasan meluncur sampai batas terakhir yang dimengerti

si bos nerima penjelasannya si du’at

lanjut si bos nanya lagi (versi terjemah bebas nya dalam bahasa Indonesia yang saya mengerti)

“orang shalat koq angkat tangan, mengapa?”

tau gak jawabannya ?

islam itu mengandung makna ‘menyerah’

saat anda ditangkep polisi, pistol ditodongkan pada anda, apa yang anda lakukan?

“yah menuruti apa kata si polisi

“nah (ntuh die) shalat itu nyerah, kalo nyerah emang pantas bertanya-tanya?”

“jika tanya di dunia saja bisa dituntut”

“lah di pandangan Allah tidak nyerah donk?”

Khotib di akhir kutbah pertamanya (pak Yunahar Ilyas pas di masjid kampus UGM) berkata

“di belahan bumi sana ada jarak yang memisahkan seorang muslim dengan panggilan adzan”

“pake mobil butuh 2-3 jam, naek kereta bawah tanah mungkin lebih cepat”

“tapi ada antusias meramaikan masjid dengan sahalat berjamaah”

“apakah tunggu kita tinggal di sana untuk meramaikan masjid?”

trus pas shalat abis Al-Fatihah gitu bapaknya di rakaat pertama baca Q.S. Al-Kahfi pas ayat

“menyangka amalnya terbaik sementara yang paling buruk” pada rakaat pertama

“perkataan apa yang paling baik kalo bukan menyeru pada Allah” pd rakaat kedua (if ndak salah dunk yang e’ni)

Explore posts in the same categories: buah perjalanan

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

One Comment on “perjalanan”

  1. adiakhmadi Says:

    gak rapi banget nih tulisan
    jazakumullah khair pak Yunahar Ilyas
    atas ceramahnya berkesan bgt


Comment: