gue banget

Orang Mukmin Tercipta Penuh Coba

Sumber majalah As-Sunnah Edisi 07/Th.III/1419-1998

Sabda Rasullah Shallahualihi wa sallam:

“Sesungguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan

mufattah (penuh cobaan),

Tawwab (senang bertaubat), dan

nassaa’ (suka lupa), (tetapi) apabila diingatkan ia segera ingat.”[1]

Ini hadits sifat-sifat orang mukmin, lengket, menyatu tiada pernah lepas, hingga seolah “second skin”. Sifat seorang mukmin dengan keimanan yang benar, dengan tauhid yang bersih dan dengan sikap iltizam (komitmen).

Mufattan artinya orang yang diuji (diberi cobaan) dan banyak ditimpa fitnah. Jadi waktu demi waktu mereka diuji Allah dengan balaa’ (bencana) dan dosa[2]. Cobaan memperbaiki keimanan, keyakinan dan semangat mengingat Allah Subhanallahu wa taala. Kelemahan diri menyadarkan betapa Maha Kuat dan Maha Perkasanya Allah, Rabb semesta alam.

“Perumpamaan seorang mukmin ibarat sebatang pokok yang lentur diombang-ambing angin, kadang hembusan angin merobohkannya, dan kadang meluruskannya kembali. demikianlah keadaannya sampai ajalnya datang. Sedangkan perumpamaan seorang munafik, ibarat sebatang pokok yang kaku, tidak bergeming oleh terpaan apapun hingga (ketika) tumbang, (tumbangnya) sekaligus.”[3]

Bertaubat, kemudian lupa. kemudian ingat, kemudian bertaubat (Tawwab Nasiyy)[4]. Bertaubat merupakan implementasi konsekuensi salah satu sifat Allah Subhanallahu wa taala, yaitu sifat yang terkandung dalam nama-Nya: Al-Ghafar (Dzat yang Maha Pengampun).

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar”[5]

Seorang mukmin bila diingatkan, segera ingat. Bergegas ketika diingatkan tentang ketaatan dan kebenaran. Bertaubat ketika diingatkan tentang kemaksiatan dan kekeliruan. Ia tidak sombong, besar kepala, congkak, tinggi hati. Ia rendah hati, lemah lembut, ramah dalam pergaulan. Senantiasa merasa dalam pengawasan Allah Azza wa Jalla membuatnya jujur, luhur, berperasaan lembut, berahlak mulia, sebagaimana Rasulullah Shallallahu alihi wa sallam.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka”[6]


[1] (Silsilah hadits shahih no. 2276).

[2] (Faidh al-Qadir 5/491).

[3] (Bukhari: Kitab al-Mardha, bab I, hadits no. 5643; Muslim no. 7023, 7024, 7025, 7026, 7027).

[4] (Faidh al-Qadir 5/491).

[5] (Q.S.Thaha: 82)

[6] (Q.S. Ali-Imran: 159)

Explore posts in the same categories: dari buku

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Comment: